[IMPORTANT!!!] Peraturan Dooliers Indonesia Fanfictions

WELCOME TO DOOLIERS INDONESIA FANFICTIONS!!

follow-the-rules-and-have-fun-4

Hai! Blog ini merupakan salah satu blog pencetus di antara blog-blog Fanficts Dooley lainnya, seperti namanya, blog ini berisikan fanfictions dengan main cast CNBLUE’s Jung Yong Hwa dan Actress’ Park Shin Hye.

Sama seperti blog pada umumnya kami juga memiliki aturan-aturan yang harus kalian ikuti, yakni:

  • DILARANG MELAKUKAN PLAGIARISASI!!
  • DILARANG MENGHINA HASIL KARYA AUTHOR!! Kami menerima kritik dan saran. Tolong sampaikan kritik dan saran kamu dengan baik dan sopan. INGAT! Kita orang Indonesia yang memiliki moral tinggi.
  • DILARANG MEMBERIKAN PASSWORD YANG KAMU DAPATKAN!!! Jika kamu ketahuan memberikan password kepada reader lain, tanpa peringatan kami akan memasukkan kamu ke dalam DAFTAR HITAM kami.
  • TINGGALKAN KOMENTAR DI SETIAP FF YANG KAMU BACA!!!

Kemudian, kami juga membuka lowongan bagi kalian yang mau bergabung bersama sebagai Author Freelancer. Peraturannya sangat mudah:

  • Selesaikan FF kamu di blog ini! Berdasarkan pengalaman yang kami dapat ada beberapa Author yang dengan seenaknya meninggalkan FF Chapterednya di blog ini dan belum terselesaikan. FYI, author itu malah kabur ke blog lain. KAMI TIDAK MELARANG POSTINGAN FF YANG SAMA DI BLOG YANG BERBEDA.
  • Pastikan jumlah kata dalam FF kamu min 3000words.
  • Kirim FF kamu ke salah satu di antara dua email berikut ini:
    • livia.marlim@yahoo.com
    • agnesoktaviany@gmail.com

Selain itu, beberapa FF di blog ini juga diproteksi dengan tujuan menghindari plagiarism dan siders a.k.a silent readers. Untuk kalian yang ingin mendapatkan password atas ff tersebut silakan ikutin aturan berikut ini:

  • TINGGALKAN KOMENTAR PADA FF YANG KAMU BACA!!!
  • KIRIM FORMAT PERMINTAAN PASSWORD SESUAI KETENTUAN!!!
    • Format permintaan password: ID Komen// JudulFF (Part)
    • Kirim bukti komentar
    • Kirim ke WA +628563608608 atau ID LINE: oyewyn atau email: agnesoktaviany@gmail.com
  • DALAM SATU HARI HANYA SATU KALI PERMINTAAN PASSWORD!!!

 

Akhir kata kami ucapkan terimakasih dan selamat menjelajahi blog ini.

 

XOXO,

Dooliers Indonesia Fanfictions

RULES FF BARU

RULES PERMINTAAN PASSWORD

Dikarenakan banyaknya kesalahan dalam permintaan password atas FF yang terproteksi dan juga masih adanya permintaan password FF milik Author Ujie yang dikirimkan ke FP Dooliers Indonesia ataupun kepada Author Yuki, maka saya membuat postingan ini.

Sebelum saya menyampaikan cara dan rules permintaan password ada baiknya saya selaku penulis tetap blog ini menyampaikan beberapa rules dalam membaca FF yang diposting di blog tercinta ini.

Continue reading “RULES FF BARU”

Noona (Part 2)

Noona

picsart_10-27-12-39-08

“Ketika keterpurukan menghampiri seseorang, hanya 1 hal yang bisa kita lakukan, selalu berikan kasih sayang dan cinta pada orang tersebut dan buat dia mengerti bahwa hidup tidak semudah itu untuk disia-siakan hanya karena keterpurukan dan keputusasaan karena sesungguhnya keduanya bukanlah ujian dari Tuhan melainkan hanya wujud dari ketidakmampuan kita untuk mengatasi sebuah masalah melainkan menjadikan kita sebagai seorang pengecut!”

 

 

—000—

 

 

“Bagaimana jika aku benar-benar menjadi hyungmu?” Chanyeol mengangkat kedua alisnya bingung membuat Yonghwa tersenyum semakin lebar, namja itu hanya diam tak mengerti dan membiarkan Yonghwa melanjutkan ucapannya

“Maksudku, bagaimana jika aku menikah dengan kakakmu dan kita benar-benar menjadi saudara ipar?” pertanyaan Yonghwa berhasil membuat Chanyeol membulatkan matanya dengan sempurna sementara Yonghwa hanya terus tersenyum menanggapi keterkejutan namja didepannya

^^————-^^

“Hyung….” Chanyeol  terdiam, lidahnya terlalu kelu untuk digerakkan. Ucapan Yonghwa seolah berhasil mengikat pita suaranya, atau bahkan menghentikan kerja otaknya untuk berpikir secara benar. Namja itu blank, tidak percaya sekaligus terkejut. Mungkin ia perlu membenturkan kepalanya ke dinding untuk kembali ke dalam kesadarannya, atau dia perlu menenggelamkan kepalanya kedalam air untuk memulihkan kesadarannya??

Yonghwa terus menatap Chanyeol dengan senyum penuh arti, matanya menyipit mencoba membaca dan mencari tahu isi pemikiran Chanyeol saat ini. Jujur, dia merasa terhibur sekaligus geli melihat ekspresi berlebihan Chanyeol saat mendengar bahwa dirinya berniat menikahi kakaknya. Bukankah siapapun juga akan mempunyai reaksi yang sama jika teman yang sudah kau anggap sebagai saudara sendiri mengutarakan keinginnya untuk menikahi kakakmu?

Dan gelak tawa seketika tidak bisa ditahan dari mulut Yonghwa menyadari beberapa saat Chanyeol masih dengan ekspresi yang sama, wajah bodoh namja itu membuat Yonghwa tidak bisa menahan tawanya. Berbeda dengan Yonghwa, Chanyeol yang dalam beberapa menit masih dengan ekspresi terkejutnya semakin tidak mengerti melihat tawa Yonghwa. Yonghwa akhirnya berdehem, namja itu menghentikan tawanya dan merangkul pundak Chanyeol.

“Seharusnya kau lihat wajah bodohmu tadi.. hahahahaha” Chanyeol menyipitkan matanya melihat sikap aneh Yonghwa “Apa kau berpikir aku aneh? Apa kau pikir aku benar-benar serius dengan ucapanku tadi?” ledek Yonghwa menyeringai kecil, bola matanya memutar, mengerjap beberapa kali sebelum membisikkan sesuatu ke telinga Chanyeol “Aku hanya ingin menggodamu, dan rencanaku sepertinya berhasil! Hahahahhahahaha”

“Mwo? Jadi Hyung hanya bercanda?” Tanya Chanyeol meyakinkan,namja itu seolah baru menyadari kebodohannya tertipu oleh candaan Yonghwa

“Geuromyeon. Mana mungkin aku akan menikahi seseorang yang baru aku kenal? Aku ini pria sejati, aku akan langsung mengutarakan perasaanku pada yeoja yang aku suka setelah itu melamarnya dengan cara romantis!” Chanyeol masih menatap Yonghwa intens. Dia mengenal Yonghwa, benar jika namja itu tidak mungkin dengan gilanya akan menikahi gadis yang baru beberapa hari dia kenal. Yonghwa pernah mengatakan padanya, sebelum bertemu seorang yang benar-benar ingin dinikahi, namja itu akan mengenal  yeoja itu lebih dalam, dia akan menunjukkan keseriusannya dan membawa gadis itu ke hadapan kedua orangtuanya. Sebelum memulai hubungan serius, dia tidak ingin terburu-buru, ya meskipun begitu Yonghwa juga tidak akan pernah bergonta-ganti pacar untuk mencari yeoja yang tepat. Yonghwa juga pernah mengatakan bahwa ada saat dimana kelak namja itu akan menemukan  yeoja pilihan hatinya dengan caranya sendiri, bukan dengan coba-coba. Dan hal itu pula yang membuat Chanyeol kagum, juga memuji Yonghwa sebagai namja gentleman, bertanggung jawab, dan baik hati.

“Ya, aku sadari sejujurnya noonamu memang cantik, dan juga mempesona…” gumam Yonghwa pelan tanpa menatap Chanyeol, namun hal itu semakin membuat Chanyeol menyipitkan matanya menyelidik. Dia samar-samar mendengar Yonghwa memuji kakaknya meski tidak mendengar secara keseluruhan, tapi melihat ekspresi Yonghwa dan gesture namja itu dia sudah bisa sedikit menebak apa yang dipikirkan ‘hyung’nya tersebut. Ayolah, dia juga seorang namja. Dia juga mengerti bagaimana perasaan namja lain, dan mungkin dia percaya diri. Tapi, dia bisa melihat sepertinya Yonghwa sedikit ‘menaruh hati’ pada kakaknya. Menyadari hal itu membuat Chanyeol kini semakin menatap Yonghwa intens dengan seringaian kecilnya

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Yonghwa bingung

“Apa hyung tertarik pada Noona?”pertanyaan Chanyeol membuat namja itu terkejut, Yonghwa menahan nafas gugup. Dia sendiri tidak mengerti kenapa tiba-tiba dirinya bereaksi seperti ini saat Chanyeol menanyakan hal yang bisa di bilang biasa itu kepadanya. Seharusnya dia dengan percaya diri mengelak, tapi dia bahkan kini tidak mengerti dan bingung apa yang harus ia katakan pada Chanyeol.

“Hyung…” Chanyeol masih menunggu jawaban Yonghwa

“Kenapa kau bertanya seperti itu? tentu saja… tidak…” Yonghwa tersenyum kaku, entah kenapa dia ragu dengan ucapannya sendiri. Selama ini dia tidak pernah ragu dan selalu percaya diri dengan hal apapun yang dia katakan, tapi setelah mendengar pertanyaan Chanyeol padanya, dia bahkan bingung harus menjawab apa.

“Syukurlah..” Chanyeol tersenyum dan membuang nafas lega, tapi entah kenapa dia merasa Yonghwa sendiri tidak yakin dengan apa yang dia ucapkan. Tapi untuk saat ini Chanyeol akan membiarkannya, setidaknya Yonghwa harus benar-benar yakin dengan perasaannya sendiri.

Respon Chanyeol atas jawaban Yonghwa sendiri membuat namja itu sedikit kecewa, apa Chanyeol lega karena Yonghwa tidak tertarik pada Shinhye? Apa Chanyeol tidak akan setuju jika ‘seandainya’ Yonghwa benar-benar tertarik pada Shinhye dan ingin menjalin suatu hubungan dengan kakaknya? Yonghwa tersenyum samar, mungkin butuh waktu untuk menggali perasaannya pada Shinhye terlebih dahulu. Ya, untuk saat ini dia harus meyakinkan dirinya dengan perasaannya, baru setelah itu dia akan memikirkan tentang Chanyeol.

Noona

“Noona…”

“Oh, Chanyeol-ah?” Shinhye tersenyum tipis dan memutar kursi rodanya saat Chanyeol masuk ke dalam kamarnya

“Aku ingin berbicara sesuatu dengan noona!” Chanyeol menghampiri Shinhye dan mendorong kursi roda kakaknya ke arah tempat tidur.

“Ahjumma bilang ini saatnya noona minum obat dan istirahat, kenapa masih berada didekat jendela seperti itu? bagaimana jika nanti noona sakit? Anginnya cukup kencang saat ini..” Chanyeol tersenyum menatap kakaknya

“Chanyeol-ah..” Shinhye terdiam saat adiknya menggendongnya dan membawa tubuhnya ke atas ranjang, Chanyeol menarik selimut hingga batas paha kakaknya yang saat ini dalam posisi duduk diatas ranjang . Shinhye tahu Chanyeol mengkhawatirkannya, tapi menurut Shinhye ini sedikit berlebihan.

“Apa kau tidak berlatih? Bukankah biasanya kau akan berlatih bersama Yonghwa-ssi?” Chanyeol sedikit terdiam dengan pertanyaan kakaknya. Untuk saat ini dia tidak akan memberitahu Shinhye bahwa dia sudah berhenti bermain musik, dia tidak ingin menambah beban pikiran kakaknya apalagi sampai membuat kakaknya semakin merasa bersalah atas dirinya.

“Aniyo, aku bilang pada Yonghwa hyung bahwa aku ingin menemanimu sekarang jadi aku tidak berlatih hari ini!” Shinhye tersenyum mengamati wajah adiknya, matanya berkaca-kaca saat menyadari bahwa adiknya semakin kurus sekarang. Dengan penuh kelembutan tangan Shinhye meraih wajah Chanyeol, betapa bodohnya dia. Karena keegoisannya sendiri dia menelantarkan adik kandungnya yang juga adalah satu-satunya keluarga yang dia miliki sekarang, seharusnya dia bisa merawat adiknya dengan baik. Sepertinya dia bukan kakak yang baik, ani.. dia memang benar-benar bukan kakak yang baik bahkan tidak bertanggung jawab atas adik satu-satunya.

“Apa kau tidak hidup dengan baik Yeolie? Lihatlah kau bahkan semakin kurus…” Setetes airmata jatuh ketika Shinhye mengatakan hal itu pada Chanyeol, dia hanya tidak percaya bahwa dia melupakan adiknya setelah kematian orangtuanya

“Bagaimana aku bisa hidup dengan baik jika noona saja sekarang tidak hidup dengan baik juga, bahkan pipi chubby noona juga menghilang!” Chanyeol meraih dan mencubit pelan pipi kakaknya membuat Shinhye semakin merasa bersalah, gadis itu kemudian menarik Chanyeol dan memeluknya.

“Mianhe.. neomu neomu mianhe…” Ucap Shinhye menyesal

“Gwaenchana, kita akan baik-baik saja noona…” Chanyeol tersenyum hangat, tangannya bergerak mengelus punggung kakaknya dengan lembut

“Oh ya noona, aku ingin mengatakan sesuatu padamu…” Chanyeol melepas pelukannya dan kedua tangannya beralih meraih bahu kakaknya, menatapnya lembut dan antusias “Dokter mengatakan bahwa noona masih bisa sembuh, noona masih bisa berjalan lagi!” ucap Chanyeol antusias, mendengar pengakuan Chanyeol membuat Shinhye berpikir keras. Tangannya mengepal, ya.. saat ini dia ingat dengan keadaannya yang tidak bisa berjalan dan itu kembali membuatnya mengingat kejadian yang merenggut semua kebahagiaannya dan keluarganya.

“Noona..” panggil Chanyeol pelan ketika menyadari Shinhye tengah memikirkan sesuatu

“Mian..” Shinhye tersenyum tipis

“Eotte? Apa noona mau berobat dan melakukan terapi? Noona akan berjalan lagi seperti dulu…”

“Aku tidak bisa, mian Chanyeol-ah…”

“Noona…” Chanyeol menatap kakaknya kecewa

“Ini takdir Tuhan, aku tidak akan merubahnya!”

“Apa yang noona katakan?”

“Kecelakaan itu.. kecelakaan itu merenggut kedua orangtua kita dan juga kakiku. Apa kau pikir mereka bisa kembali sekarang?”

“Mwo?” Chanyeol bingung mendengar ucapan kakaknya

“Begitupun kehidupanku, aku tidak akan bisa berjalan lagi seperti dulu karena kecelakaan itu. Takdir membuat kita tidak bisa bersama orangtua kita lagi, Chanyeol-ah dan hal yang berbeda terjadi padaku, takdir juga membuatku tidak bisa berjalan. Dan mungkin ini akan menjadi impas jika aku tidak bisa berjalan seumur hidupku, ini akan impas dengan kematian yang didapat orangtua kita!” Ucap Shinhye mulai menangis, Chanyeol menggeleng pelan. Dia tidak percaya Shinhye mengatakan hal yang tidak masuk akal seperti itu dan itu sangat mengecewakannya.

“Aku pantas menerima semua ini setelah kematian eomma dan appa, takdir menghukumku dengan cara seperti ini…”

“Noona!! Apa noona sadar apa yang noona katakan? Bagaimana mungkin noona mengatakan hal seperti itu? ini bukan hukuman noona, takdir atau Tuhan tidak pernah menghukum noona!!” Chanyeol menatap kakaknya memelas, berharap bahwa gadis itu mengerti maksud dari ucapannya. Dia tidak pernah ingin melihat Shinhye seperti ini, tidak pernah sekalipun karena dia menginginkan Shinhye kembali hidup seperti sedia kala.

“Aku mengerti kau sangat menyayangiku, tapi aku tidak bisa.. aku tidak bisa hidup seperti sedia kala. Aku tidak bisa hidup seperti dulu, aku tidak bisa.. kehidupanku sudah berubah Chanyeol-ah…”

“Noona, aku mohon jangan menghukum diri noona lagi…. aku tidak bisa melihat noona seperti ini, aku tidak sanggup!”

“Mianhe…” hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Shinhye, Chanyeol menatap gadis itu kecewa. Bagaimana sekarang dia bisa membuat kakaknya sembuh jika gadis itu saja tidak ingin berjalan lagi, dia menghukum dirinya sendiri

***

Sementara ditempat lain…

Yonghwa berbaring diranjangnya, tangannya ia jadikan sebagai bantalan sementara matanya terus menatap ke atas langit-langit kamar. Namja itu baru saja pulang dari kantornya, dia bahkan belum melepas kemeja putih yang sudah kusut yang seharian ini membungkus tubuhnya sementara disampingnya jas kerja dan sebuah dasi berwarna dark brown dengan strip maroon teronggok begitu saja diatas tempat tidurnya.

Yonghwa terlihat sedang melamun, mata tajamnya terus menatap ke atas langit – langit seolah – olah dia sedang mencari dan berharap akan menemukan sebuah jalan keluar dari sana. Namja itu juga beberapa kali terlihat menghela nafas berat seolah berusaha mengeluarkan banyak beban dalam pikirannya, ya akhir-akhir ini Yonghwa memang sering melamun. Dia berusaha membaca perasaannya sendiri, menggali apa yang sedang dia rasakan sebenarnya. Beberapa hari ini pikiran namja itu memang sedang terganggu dengan bayangan Shinhye, dia sendiri belum mengerti apa yang sebenarnya dia rasakan dan karena itulah dia ingin mencari tahu perasaannya pada gadis itu.

Pada awalnya Yonghwa memang hanya merasa simpati pada gadis itu, mengalami kecelakaan yang menyebabkan orangtuanya meninggal dan dia sendiri harus menerima kenyataan bahwa dirinya lumpuh. Hal itu sangat cukup untuk Yonghwa merasakan peduli pada gadis itu, dia bisa merasakan kesedihan gadis itu. Tapi beberapa hari ini terasa sangat berbeda, dia tidak hanya peduli, dia mulai nyaman ketika berada disamping Shinhye, jantungnya akan bergerak tidak normal saat berada didekat Shinhye, dia sering memikirkan Shinhye saat sedang sendirian, dia ingin terus bersama Shinhye, mendengar suara gadis itu, dan bahkan mungkin merindukan gadis itu ketika Shinhye tidak sedang bersamanya. Benarkah bahwa dia sekarang mempunyai perasaan lebih pada gadis itu? tidak, dia tidak ingin terburu-buru menyimpulkan sesuatu. Dia akan bersikap seperti biasa dan membiarkan dirinya benar-benar yakin pada perasaannya.

Lamunan Yonghwa buyar ketika dia mendengar pintu kamarnya terbuka, ibunya tersenyum hangat dan berjalan menghampiri dirinya yang masih tetap dalam posisi berbaring.

“Apa putra tampan eomma sudah makan?” tanya nyonya Jung yang kini sudah duduk diujung ranjang Yonghwa membuat namja itu mau tidak mau harus bangun dan ikut duduk disamping ibunya

“Ya, aku sudah makan eomma. Tadi sebelum pulang karyawan di salah satu divisi mengajakku untuk makan bersama, mereka bilang ingin merayakan keberhasilan mereka dan aku ikut!” jawab Yonghwa tenang, dia tersenyum menatap ibunya

“Jinjja? chotda… eomma senang mendengar kau membaur dengan mereka. Itu sangat bagus, Yongie!” nyonya Jung mengelus kepala putranya lembut “Ah! Lalu kenapa kau belum mandi? Apa kau ingin eomma menyiapkan air hangat untukmu sekarang?” tanya nyonya Jung

“Tidak usah, aku bisa melakukannya sendiri…” nyonya Jung mengangguk pelan, wanita itu kemudian menatap putranya intens ketika melihat Yonghwa memikirkan sesuatu

“Wae? Apa kau ada masalah, Yongie?”

“Eoh? Aniyo!”

“Gotjimarya, eomma sangat mengenalmu Yongie. Kau tidak mungkin diam jika tidak ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu, palli malhae. Ceritakan pada eomma apa yang sedang kau pikirkan!” Yonghwa nampak berpikir sejenak, haruskah dia menceritakan apa yang dia rasakan pada ibunya? Selama ini dia sangat dekat dengan ibunya dan tidak ada hal apapun yang dia sembunyikan dari wanita yang sudah melahirkannya tersebut

“Ck, lihatlah. Kau diam, itu berarti kau memang sedang memikirkan sesuatu, bukan? Ceritakan pada eomma, palli..” Yonghwa menarik nafas panjang sebelum akhirnya membuangnya bebas, mungkin akan lebih baik jika membagi hal itu dengan ibunya. Mungkin ibunya bisa membantunya memperjelas perasaannya saat ini

“Sebenarnya aku bingung karena sesuatu eomma….”

“Bingung kenapa?” nyonya Jung mulai diam membiarkan Yonghwa menceritakan apa yang dipikirkannya sementara dirinya akan terus mendengarkan putra kesayangannya tersebut

“Apa eomma mengingat Park  Chanyeol?”

“Park Chanyeol? Eum.. maksudmu pemuda tinggi dan tampan yang pernah kau ajak ke rumah dan kau ajari bermain musik itu?” Yonghwa mengangguk pelan mengiyakan ibunya yang berusaha mengingat-ingat wajah Chanyeol

“Geurom, wae? Orangtuanya meninggal beberapa minggu yang lalu bukan?”

“Nde, aku sudah menceritakan hal itu pada eomma. Kedua orangtuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan, sementara kakaknya lumpuh sekarang!”

“Mwo? kakaknya lumpuh? Ya Tuhan, ini pasti sangat berat bagi mereka sekarang. Kasihan sekali mereka, eomma tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan mereka. Ditinggal kedua orangtua di umur yang masih muda dan kakaknya juga lumpuh, lalu apa lagi Yongie?”

“Aku baru mengenal kakaknya, Chanyeol mengenalkannya padaku. Kondisinya sangat memprihatinkan, eomma. Dia sangat terpuruk karena kepergian orangtuanya dan terus menyalahkan dirinya sendiri atas kematian mereka, dia bahkan terlihat menghukum dirinya sendiri karena hal itu!” nyonya Jung tersenyum tipis, dia bisa merasakan penderitaan kedua saudara itu meski tidak mengalami hal yang sama. Pasti hal itu sangat berat bagi mereka berdua

“Yongie, kau harus membantu mereka. Kau harus selalu menguatkan Chanyeol, yakinkan dia bahwa semua ini pasti akan segera berakhir dan kehidupan mereka akan kembali normal!”

“Aku pikir bukan Chanyeol yang membutuhkan kekuatan, tapi kakaknya eomma. Eomma tahu? Chanyeol bahkan sekarang merawat kakaknya, dia juga yang harus bekerja untuk terus menyambung kehidupan mereka!”

“Lalu apa yang sedang kau pikirkan sekarang?”

“Kakaknya. Pada awalnya, aku hanya merasa bersimpati pada gadis itu. aku membantu Chanyeol menguatkan kakaknya, tapi anehnya aku merasa bingung eomma karena semakin aku peduli pada kakaknya, perasaanku mulai berubah.. aku tidak lagi hanya peduli, tapi aku merasa aku harus selalu berada di sampingnya, menjadi sandarannya. Dia bahkan memenuhi pikiranku beberapa hari ini!” Yonghwa menghela nafas kecil dan menunduk

“Apa kau mulai jatuh cinta pada kakak Chanyeol?” seketika Yonghwa mendongak dan menatap ibunya yang sedang tersenyum penuh arti padanya, dia jatuh cinta pada Shinhye? Dia bahkan belum memikirkan sampai sana dan belum berani memikirkan bahwa dia jatuh cinta pada Shinhye, tapi ibunya langsung menyimpulkan bahwa dia sedang jatuh cinta pada gadis itu.

“Wae? Kau tidak menyadarinya?”

“Eomma…”

“Yongie, kau sudah sangat dewasa untuk menyadari perasaanmu sendiri. Eomma yakin kau bisa membantu gadis itu, membantu keluarganya…”

“Tapi dia lumpuh eomma, dan aku pikir eomma…”

“Marah karena kau menyukai seorang gadis yang lumpuh?” Yonghwa mengangguk pelan membuat ibunya terkekeh

“Yongie, banyak sekali hal tak terduga di dunia ini. Awalnya eomma kaget saat mendengar bahwa Yeoja yang mungkin membuatmu jatuh cinta adalah gadis lumpuh, tapi melihat keadaan ini.. eomma yakin bahwa kau ingin membantunya untuk sembuh bukan?” Yonghwa lagi-lagi hanya mengangguk mengiyakan tebakan ibunya

“Kalau begitu bantu dia, untuk saat ini jangan pikirkan apapun mengenai perasaanmu. Biarkan hal itu mengalir seperti air, kau hanya perlu membantunya sekarang.. eomma yakin, kelak kau akan bisa  meyakini perasaanmu sendiri kepada gadis itu!” Yonghwa tersenyum hangat sebelum akhirnya memeluk ibunya

“Gomaweo, eomma…”

“Kau putra eomma yang baik, Yongie. Eomma senang kau punya kepedulian yang tinggi pada orang lain, dan eomma yakin kau kelak akan mendapatkan yeoja yang baik. Suatu hari nanti kau akan menemukan gadis yang bisa membahagiakanmu, Yongie…” nyonya Jung tersenyum lembut, mengelus kepala putranya dan sesekali menciumnya “Eomma ingin kau selalu bahagia, eomma dan appa akan menunggumu membawa gadis yang bisa membahagiakanmu ke rumah, gadis yang akan merawatmu, mencintaimu, dan menjadi ibu dari anak – anakmu kelak!” tambah wanita itu

“Gomaweo, eomma…” ujar Yonghwa pelan dipelukan ibunya, dia mulai tenang sekarang setelah membagi perasaannya pada ibunya

Noona

“Apa ada yang bisa saya bantu?”

“Eoh, sudah hampir setengah jam tapi pesananku belum datang juga. Apa kau tahu bahwa kami sudah sangat lapar???”

“Jweosonghamnida, saya akan segera memeriksa pesanan anda.. sekali lagi saya minta maaf atas pelayanan di cafe kami!” Chanyeol tersenyum tipis dan segera berbalik menuju arah dapur

“Aku heran, semenjak nyonya Park tidak ada pelayanan di cafe ini sangat buruk. Aku bahkan tidak tahu akan kembali kemari lagi atau tidak setelah ini..” Chanyeol yang samar mendengar dumelan pelanggan tersebut hanya bisa menghela nafas pasrah. Ya, semenjak ibunya pergi keadaan kafe memang sedikit kacau. Dia bahkan tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dia masih baru disini dan sama sekali tidak mengenal keadaan di kafe. Kalau sampai terus seperti ini, kafe milik ibunya ini akan kehilangan pelanggan atau bahkan hal yang terburuk adalah kafe bisa-bisa ditutup. Ish, apa yang harus dia lakukan sekarang? Kafe ini adalah satu-satunya peninggalan orangtuanya dan kafe ini sekarang menjadi satu-satunya mata pencahariannya, dari kafe ini juga dia harus mendapatkan uang untuk merawat dan membiayai pengobatan kakaknya ya meskipun dia masih mempunyai simpanan deposit ayahnya, tapi dia tidak ingin menggunakan uang itu untuk cafe karena bagaimanapun juga masih ada kakaknya. Shinhye juga berhak atas uang itu meski kalaupun uang itu digunakan untuk kebutuhan mereka berdua.

***

Sudah lebih dari 3 kali dalam 1 menit ini Chanyeol terlihat menghela nafas. Namja itu sedang duduk di ruangan ibunya di kafe, menatap layar komputer yang masih menyala, namun pemikirannya melayang entah kemana.

Tok..tok..tok…

Chanyeol mendongakkan kepala ke arah pintu saat menyadari sesorang mengetuk pintunya, namja itu tersenyum melihat siapa yang datang mengunjunginya.

“Hyung! Wasseo?”

“Wae? Aku lihat dari tadi sepertinya kau sedang melamun? Ada apa?” Yonghwa menarik kursi didepan meja Chanyeol dan menyandarkan punggungnya dikursi itu.

“Eobseo…” Chanyeol menggeleng pelan, dia enggan menceritakan apa yang terjadi saat ini pada Yonghwa. Dia tidak mungkin terus merepotkan Yonghwa.

“Jangan bohong, aku bisa melihat dimatamu bahwa ada sesuatu yang sedang mengganggumu. Matchi?” Chanyeol menghela nafas pasrah, dia memang tidak mungkin bisa membohongi Yonghwa, selama ini pria yang sudah ia anggap seperti hyungnya sendiri itu memang sangat mengenalnya bahkan lebih dari dirinya sendiri

“Apa ini mengenai kakakmu?”

“Eoh, itu salah satunya..” Yonghwa menyipitkan matanya

“Apa ada yang lain?”

“Hyung tahu kan untuk menggantikan eomma mengurus kafe disini aku bahkan memutuskan berhenti kuliah, tapi sepertinya semuanya sia-sia. Keadaan di kafe semakin buruk. Aku tidak bisa menjalankan kafe dengan baik!” Yonghwa tersenyum tipis mendengar cerita Chanyeol, dia paham situasi yang dihadapi pemuda didepannya ini. Chanyeol sama sekali buta dengan bisnis kafe, apalagi mendadak dia harus mengambil alih pekerjaan ibunya, ini menjadi sulit untuk namja itu karena dia sama sekali belum berpengalaman

“Arra, kau hanya butuh waktu untuk belajar..”

“Hyung, kafe ini adalah satu-satunya tempat aku dan noona menggantungkan hidup kami. Kalau sampai aku gagal, bagaimana kami bisa hidup? Pengobatan noona, untuk saat ini memang ada tabungan keluarga tapi untuk kebutuhan kami, semua bergantung dari kafe ini.. aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Aku yang bertanggung jawab atas noona sekarang aku ingin memastikan dia hidup dengan baik!” Yonghwa tersenyum, dia sangat mengerti ucapan Chanyeol dan jujur saja dia iri dengan sikap dan tanggung jawab Chanyeol di usia semuda itu. dia mengambil semua beban dan tanggung jawab atas keluarganya, bahkan dia mengorbankan semua untuk hal itu, dari mimpi bahkan kuliahnya. Ya, Yonghwa harus membantu namja ini.

“Kenapa kau seolah – olah hidup sendiri di dunia ini, huh? Chanyeol-ah, aku akan membantumu kapanpun. Kita ini saudara, dan aku lebih berpengalaman dalam bidang bisnis. Ya, meski bukan di bidang makanan tapi setidaknya sama – sama bisnis. Dan untuk pengobatan kakakmu, kau jangan khawatirkan itu. masih ada aku!”

“Gomaweo hyung, tapi untuk noona.. dia adalah tanggung jawabku sekarang. Aku tidak bisa melepasnya begitu saja!”

“Apa perlu aku menikahi kakakmu terlebih dahulu agar aku bisa membantunya?” Chanyeol terkekeh kecil mendengar sahutan dan candaan Yonghwa

“Bukan maksudku seperti itu hyung, hanya saja aku tidak enak jika terus merepotkanmu. Kau sudah sangat banyak membantuku dan noona, aku akan menjadi orang yang tidak bertanggung jawab jika pengobatan noona kau juga ikut membantu!” jelas Chanyeol “Hanya dengan kau mendengarkan masalahku saja itu sudah cukup membantu, aku tidak harus memendam semuanya sendiri!” lanjut Chanyeol pelan

“Kau memang sangat keras kepala. Oh ya, mengenai kafe kau tidak perlu khawatir. Aku juga punya imo yang bergelut didunia bisnis restoran. Lusa dia akan kembali ke Korea, aku akan meminta dia membantumu disini…”

“Apa dia mau hyung? Terus terang aku tidak enak, apalagi aku tidak mengenal imo hyung dan tiba-tiba meminta bantuan. Apa tidak apa-apa?”

“Gokjongma, dia orang yang sangat terbuka. Dia menjalankan restoran miliknya di venice dan dia akan berada disini selama 1 bulan, jadi selama itu kau bisa belajar mengenai bisnis ini darinya!”

“Gomaweo, hyung! Jinjja gomawosso!”

“Oh ya, bagaimana kabar kakakmu? Apa dia sudah memulai terapi dan pengobatannya?”

“Noona menolak untuk terapi, hyung. Eotteohke? Hal ini juga yang sangat mengganggu pikiranku. Padahal dokter sudah bilang bahwa noona punya kesempatan untuk bisa sembuh, kakinya akan bisa berjalan dengan normal lagi tapi semua itu juga percuma jika noona tidak ingin melakukan terapi serta pengobatan!” Yonghwa nampak berpikir keras mendengar penjelasan Chanyeol, dia sangat mengerti bagaimana keadaan Shinhye saat ini dan tahu mengapa gadis itu bersikap seperti ini. Sangat berat untuknya menerima kecelakaan yang merenggut kedua orangtuanya, rasa bersalah yang terlalu besar membuat Shinhye menolak melakukan terapi. Saat ini kepercayaan diri dan semangat untuk sembuh yang diperlukan Shinhye, tapi bagaimana? Bagaimana menumbuhkan semangat dan rasa percaya gadis itu?

“Ijinkan aku bicara dengan kakakmu, aku akan berusaha membujuknya untuk kembali menjalani pengobatan!”

“Bagaimana? Noona sangat keras kepala, dia bersikeras tidak ingin melakukan pengobatan. Setidaknya untuk bisa membujuknya, kita harus menghapus perasaan bersalah dari dalam diri noona…”

“Give me a try, aku belum melakukannya bukan? Jadi aku akan mencoba membujuknya, aku akan bicara dengannya…” Yonghwa berdiri dari tempatnya dan berjalan menghampiri Chanyeol, namja itu menepuk bahu Chanyeol pelan dan tersenyum hangat

“Chanyeol-ah, kita sudah setuju bukan bahwa kita adalah saudara. Kita harus menceritakan apapun masalah satu sama lain dan tidak akan memendamnya sendiri, kita juga harus saling membantu, jadi tempat bersandar untuk satu sama lain. Itulah gunanya saudara, matchi?”

“Tapi.. sepertinya dalam hal ini hanya hyung yang selalu membantuku, aku yang terus membebani hyung dengan masalahku, aku bahkan tidak pernah melakukan apapun untuk membantu hyung!”

“Aku ini hyungmu, sudah sewajarnya aku yang selalu menjadi tempatmu bersandar. Lagipula, hanya dengan melihatmu hidup dengan baik, kau sudah membantuku Chanyeol-ah. Kau membantuku mengerti arti dari tanggung jawab, dan lagipula aku sekarang berpikir bahwa kau adalah tanggung jawabku dan tentu aku akan selalu membantumu…” Chanyeol tersenyum tipis, dia beranjak dari kursinya dan memeluk Yonghwa

“Gomawo, hyung…”

“Geurom..” Yonghwa tersenyum tipis, tangannya perlahan naik dan menepuk punggung Chanyeol pelan. Chanyeol tersenyum, dia beruntung ada Yonghwa bersamanya sekarang. Namja itu selalu memberi kekuatan padanya, memberi semangat, dan selalu membantu mengurangi masalahnya. Dia bersyukur, entah apa yang bisa dia lakukan seandainya tidak ada Yonghwa, mungkin dia tidak akan sekuat seperti saat ini, atau bahkan dia mungkin akan sama-sama terpuruk bersama kakaknya.

Noona

“Eomma.. appa.. bogoshipeo, jeongmal bogoshiposseo…” airmata Shinhye jatuh begitu saja saat menatap foto kedua orangtuanya yang saat ini sedang dipegangnya. Foto berukuran 5R dengan pigura kayu itu berhasil membuat Shinhye kembali mengingat orangtuanya, dia seolah tidak punya kekuatan untuk bangkit setelah kecelakaan hebat itu menimpa keluarganya dan dia sangat menyadari hal itu, apa yang bisa dia lakukan? Dia juga menyadari, dia sangat ingin bangkit dari keterpurukan ini, tapi setiap kali melihat wajah kedua orangtuanya dari foto bahkan mungkin hanya dengan mengingat mereka, perasaan bersalah seolah menjerat dirinya,  tidak membiarkan dia lepas, mengekangnya dalam keputusasaan bahkan terkadang membuatnya berpikir untuk mati disaat itu juga. Teriakan demi teriakan “bagaimana kau bisa tersenyum setelah itu? Bagaimana kau berpikir untuk hidup dengan bahagia disaat kau mengingat bahwa hanya dirimu yang selamat dari kecelakaan maut itu? seharusnya kau mati juga bersama kedua orangtuamu dan hal itu akan impas, semuanya menjadi adil!” seolah menjadi mantera abstrak yang mengutuk dirinya, menghapus semua akal sehatnya untuk segera bangkit.

“Kenapa Tuhan tidak membiarkanku bersama kalian juga? Eomma, appa.. eotteohke? Perasaan ini bahkan jauh lebih buruk dan lebih menakutkan daripada kematian, lalu bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku? Tolong beritahu aku apa yang harus aku lakukan?” Shinhye memejamkan matanya erat, tidak membiarkan airmatanya terus mengalir meskipun hal itu tidak akan berhasil

“Pikirkan mengenai Chanyeol…” sebuah suara berhasil sedikit mengejutkan Shinhye, dia sangat kenal dengan suara itu hingga dia akhirnya megakkan kepalanya, menoleh ke belakang, ke arah sumber suara berasal

Sebuah senyuman hangat langsung Shinhye tangkap saat menatap wajah pemilik suara tersebut, Jung Yong Hwa. Pria yang selama ini selalu bersama Chanyeol adiknya, pria yang selalu dibanggakan Chanyeol didepannya melebihi dirinya sendiri, dan juga pria yang tiba-tiba menjadi sosok yang selalu berada disisinya semenjak kepergian orangtuanya. Menjadi pria asing pertama yang peduli terhadap hidupnya, dan entah sejak kapan juga menjadi pria yang bisa membuatnya tersenyum dan sedikit melupakan masalah yang mengganggu pikirannya yang entah Shinhye sadari atau tidak tanpa sengaja telah menjadikan pria itu sebagai salah satu sumber kekuatan dalam keadaannya saat ini.

Yonghwa perlahan melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar Shinhye, berjalan menghampiri Shinhye. Namja itu menarik kursi roda Shinhye dan memutarnya sehingga mereka bisa berhadapan dengan posisi Yonghwa yang saat ini sudah duduk ditepi ranjangnya.

“Maaf mengejutkanmu dan juga atas ketidaksopananku telah masuk kedalam kamarmu tanpa seijinmu, tapi percayalah tadi Yoon ahjumma sudah melarangku masuk ke kamarmu tanpa ijin hanya saja aku mengacuhkannya…” Yonghwa memberikan jeda pada kalimatnya, dia menghela nafas sejenak dan tersenyum manis

“Ibuku pernah mengatakan, seorang pria bisa menjadi sangat tidak sopan ketika dia peduli pada seorang gadis.. aku rasa itu semua benar!” Yonghwa terkekeh kecil dengan ucapannya sendiri sementara Shinhye hanya diam menatap pria itu

“Uljima…”

“Chanyeol tidak ada dirumah, sepertinya dia sedang kuliah. Dia…” ujar Shinhye pelan

“Arra, aku kesini untuk menemuimu…” potong Yonghwa cepat “Keundae, tadi aku mendengar kata ‘sepertinya’ apa kau tidak yakin Chanyeol sedang kuliah?”

“Mwo?” Shinhye menatap Yonghwa tidak mengerti

“Apa kau menyayangi adikmu?”

“Nde..”

“Sangat menyayanginya?” ulang Yonghwa menambahkan kata sangat

“Tentu saja..”

“Sudahkah kau memperhatikannya? Menanyakannya apa dia sudah makan? Bagaimana keadaannya hari ini? Bagaimana kuliahnya? Apa dia sedang ada masalah?”

“Yonghwa-ssi! Apa maksudmu?” balas Shinhye sedikit tersinggung, tentu saja. Yonghwa menanyakan pertanyaan sederhana yang tidak pernah dia tanyakan pada Chanyeol sejak kematian kedua orangtuanya. Dia merasa Yonghwa meragukan kasih sayangnya pada Chanyeol, meskipun wajar hal itu dia tanyakan.

“Apa kau tahu bahwa Chanyeol telah memutuskan untuk cuti kuliah selama beberapa waktu?” Shinhye membulatkan matanya, tidak percaya dengan apa yang ia dengar

“Dan apa kau juga tahu bahwa Chanyeol telah berhenti bermain musik? Melepas semua mimpi-mimpinya menjadi seorang musisi?” Lagi-lagi pertanyaan Yonghwa semakin membuat Shinhye ternganga tak percaya.

“Apa kau sedang bercanda?” tanya Shinhye pelan, berharap Yonghwa kemudian tertawa dan mengatakan bahwa semuanya hanya sekedar candaan. Tapi, dalam beberapa saat Yonghwa masih terdiam belum menjawab pertanyaannya membuat hati Shinhye mencelos, tak bisa membayangkan bahwa apa yang dikatakan Yonghwa merupakan sebuah kebenaran.

“Yonghwa-ssi…” Shinhye kembali menyebut nama Yonghwa dengan tekanan, kali ini dengan tatapan menuntut ingin tahu dan memaksa

Yonghwa hanya diam, namja itu nampak berpikir sebelum akhirnya menghela nafas berat dan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia sangat berat menceritakan semua fakta mengenai Chanyeol, tapi dia juga berpikir mungkin hanya ini satu-satunya cara agar Shinhye kembali bangkit meskipun mungkin nanti Shinhye akan dibebani perasaan bersalah lagi.

“Eoh..” jawaban singkat dan pelan itu yang keluar dari mulut Yonghwa membuat dunia Shinhye seakan runtuh, dia bisa menangkap ketegasan dari jawaban Yonghwa. Tangan gadis itu bergetar dan mengepal erat, apa lagi  ini? Kenapa semua menjadi seperti ini?

“Untuk menyambung kehidupan kalian, Chanyeol memutuskan untuk cuti kuliah sampai waktu yang ia sendiri belum bisa ia tentukan. Dia berhenti bermain musik agar bisa fokus mengurus kafe milik ibumu…”

“Chanyeol-ah..” Seperti dijatuhi batu ber ton-ton, hati Shinhye tiba-tiba terasa sakit, dia tidak bisa berpikir sama sekali. Dia masih dapat menangkap maksud dari ucapan Yonghwa. Chanyeol, adiknya.. berhenti kuliah karena dirinya. Chanyeol berhenti bermain musik dan melepas mimpinya untuk bertanggung jawab atas dirinya. Dia mengenal adiknya, Chanyeol tidak mungkin berhenti bermusik karena dia tahu Chanyeol sangat mencintai musik. Tapi mendengar ucapan Yonghwa dia seolah ditampar oleh kenyataan bahwa karena dirinya, hidup adiknya berubah. Karena dirinya.. Chanyeol hidup dengan setumpuk beban tanpa ada orang disampingnya, tanpa dirinya yang seharusnya menjadi tempat Chanyeol bersandar. Sementara itu apa yang dia lakukan selama ini? dia hanya sibuk dengan pemikirannya sendiri bahwa dirinyalah orang yang paling menderita dan terpukul atas kejadian yang menimpa keluarganya tanpa memikirkan perasaan adiknya.

“Chanyeol membutuhkanmu, Shinhye-ssi. Dia tidak bisa menanggung semua beban ini sendirian, hanya kaulah kekuatan Chanyeol saat ini!” Shinhye terisak, semua kenyataan yang diungkap Yonghwa sudah cukup membuatnya sangat terpukul. Bagaimana bisa dia membiarkan adiknya sendirian? Bagaimana bisa dia tidak merawat adiknya dengan baik? Dia merasa menjadi kakak yang benar-benar dan sangat-sangat buruk untuk Chanyeol, dia bahkan tidak bisa berkata apapun sekarang, dia merasa malu pada dirinya sendiri. Dia bukan kakak yang berguna. Disaat seorang kakaklah yang harus berjuang demi adiknya, tapi tidak dengan dirinya. Dia hanya menghabiskan waktunya untuk mengeluh, menangis, meratapi betapa malang nasibnya.

Disisi lain, Yonghwa mulai berkaca-kaca. Melihat isakan Shinhye cukup mengiris hatinya, teganya dia membuat gadis yang sedang tidak berdaya ini menangis? Dia sempat berpikir untuk mencari cara lain untuk membuat Shinhye sadar atas kesalahannya tanpa membuat gadis itu menangis dan juga merasa bersalah, tapi tidak ada. Ya, tidak ada cara lain. Hanya dengan membuat Shinhye merasa bersalah pada Chanyeol, gadis itu mungkin akan mulai bangkit, dan ingin membayar kesalahannya pada Chanyeol karena telah mengabaikan adiknya.

“Tidak ada gunanya kau menangis berlarut-larut menyesali kematian orangtuamu..”

“Jung Yonghwa-ssi! Kau tidak berhak berkata seperti itu.. tentang orangtuaku…” balas Shinhye sedikit emosi, dia hanya tidak terima, dia tersinggung dengan ucapan Yonghwa mengenai penyesalannya atas kematian orangtuanya, dia berpikir tidak seharusnya Yonghwa mengatakan hal seperti itu mengenai orangtuanya

“Aku memang bukan kakak yang baik, aku sama sekali tidak bisa bertanggung jawab atas adikku tapi kau tidak berhak mengatakan hal itu padaku, tentang orangtuaku. Dan kau tidak pernah mengalami apa yang sedang aku alami!” tambah Shinhye keras

“Arra, aku memang tidak pernah merasakan apa yang sedang kau alami. Tapi aku tahu bagaimana perasaan Chanyeol, aku pernah merasakan bagaimana rasanya hampir kehilangan ayahku dan harus melepas semua mimpiku. Saat kau menyukai sesuatu, menganggap hal itu adalah bagian dari hidupmu, maka separuh hidupmu seakan menghilang, duniamu seakan kosong saat kau terpaksa harus melepasnya..” Yonghwa mengambil jeda sejenak atas kalimatnya, dia menyipit menatap Shinhye yang saat ini menatapnya tajam dengan mata yang merah dan airmata yang mengalir deras

“Apa dengan menyesali kematian orangtuamu, menyalahkan dirimu sendiri atas kematian mereka akan membuat mereka kembali? Apa dengan kau menangis setiap hari, duduk diatas kursi roda dengan melamun dan tidak melakukan apa-apa akan membuat Tuhan mengasihanimu dan mengembalikan kedua orangtuamu?” ucapan Yonghwa membuat Shinhye terdiam, matanya kembali sendu, pigura foto yang dipegangnya pun terlepas. Tangannya mengepal erat, dia tertampar dengan semua perkataan Yonghwa padanya. Yonghwa mengambil pigura foto yang ada dipangkuan Shinhye, meletakkan foto itu disampingnya tepatnya di ranjang Shinhye tempat dia duduk saat ini. Tangannya kemudian beralih menggenggam tangan Shinhye, dia bisa merasakan tangan gadis itu bergetar dan dingin

“Lupakan kecelakaan itu, lupakan mengenai apa yang terjadi pada orangtuamu. Apa kau pikir mereka akan senang melihatmu seperti ini tanpa melakukan apapun? Mereka akan sedih, Shin. Mereka akan sedih melihatmu hidup seperti ini dan melihatmu mengabaikan adikmu, saat ini kau harus bisa berperan sebagai kakak sekaligus orangtua bagi Chanyeol!” lanjut Yonghwa tersenyum tulus pada Shinhye yang semakin menunduk dan terisak keras

“Sekarang kau sadar kan? kau tidak sendirian di dunia ini, ada seseorang yang membutuhkanmu. Kalau kau menyayanginya, setidaknya jadilah kakak yang kuat, bertahanlah untuk Chanyeol dan mulailah kehidupan yang baru bersamanya, buatlah dia bahagia… neo do, hiduplah dengan bahagia!” tambahnya. Shinhye yang mendengar hal itu lantas reflek menghambur ke arah Yonghwa, memeluk namja itu erat dengan isakan yang semakin keras. Dia sadar sekarang, Chanyeol membutuhkannya. Dia harus bisa menjadi kakak yang bertanggung jawab untuk Chanyeol, dan tidak membiarkan orangtuanya di atas sana sedih dan kecewa karena melihat dirinya mengacuhkan Chanyeol, dia harus bisa menjaga Chanyeol, menggantikan peran orangtuanya. Ini adalah tanggung jawabnya.

Sementara Shinhye menangis terisak, Yonghwa sendiri mematung ditempatnya. Dia hanya terlalu terkejut dengan perlakuan mendadak Shinhye, gadis itu sedang memeluknya sekarang dan dia tidak bisa berpikir apapun. Blank, itulah yang terjadi padanya. Namun satu hal yang Yonghwa sangat sadari, perlakuan Shinhye berhasil membuat jantungnya bekerja secara tidak normal, berpacu lebih cepat dari biasanya, darahnya mengalir deras saat merasakan Shinhye memeluknya. Oh Tuhan! Sihir apa yang digunakan gadis ini sehingga membuat Yonghwa sama sekali tak bisa berkutik?

Yonghwa menelan ludahnya dengan susah payah dan mencoba menarik nafas panjang, dia hanya berharap bahwa Shinhye tidak akan merasakan dan mendengar detak jantungnya saat ini. Dan dengan sisa keberaniannya, Yonghwa mengangkat tangannya, balas memeluk gadis yang masih betah menangis tersebut.

“eotteohke? Aku bukan kakak yang baik, aku telah mengacuhkan adikku sendiri. Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana bisa aku melupakan keberadaan Chanyeol dan hanya memikirkan bagaimana nasibku? Aku egois, aku sangat egois. Aku kakak yang buruk…” isak Shinhye dalam pelukan Yonghwa

“Aniya, jinjja aniya. Kau kakak yang baik, Shinhye-ya…” Yonghwa tersenyum tipis, dia menghela nafas lega. Dia senang Shinhye sudah menyadari kesalahannya, ya meski Yonghwa sadar bahwa gadis itu tidak sepenuhnya bersalah. Shinhye hanya terlalu terpukul dengan kecelakaan yang menimpa dirinya dan kedua orangtuanya, dan gadis itu tidak dapat keluar dari penyesalan dan rasa bersalahnya. Dia sadar bahwa Shinhye tidak pernah berniat untuk mengabaikan adiknya sama sekali dan mengurung dirinya sendiri dalam penyesalan setelah kematian orangtuanya.

“Geurom… eotteohke? Apa yang harus aku lakukan?” tawa Yonghwa hampir saja meledak saat Shinhye melepas pelukannya dan menatapnya penuh harap, bagaimana tidak? Saat ini Shinhye menatapnya dengan tatapan polosnya, dengan mata merah, airmata yang hampir mengering di pipinya, hidung gadis itupun memerah dan sesekali Shinhye mengusap ingusnya sambil terisak, persis seperti anak kecil yang menangis meminta mainan pada ayahnya. Dan saat itulah Yonghwa berpikir bahwa apa yang pernah dikatakan Chanyeol kepadanya benar, Shinhye adalah yeoja manis dan sedikit childish. So cute.. begitulah pikir Yonghwa

Yonghwa berdehem pelan mencoba menahan tawanya, mana mungkin disaat seperti ini dia akan menertawakan ekspresi Shinhye yang saat ini menatapnya penuh harap. Namja itu hanya tersenyum menatap Shinhye

“Apa kau tahu apa yang harus kau lakukan saat ini?” tanya Yonghwa lembut yang dijawab gelengan kepala Shinhye membuat Yonghwa semakin gemas dengan gadis didepannya tersebut.

“Neo… jadilah Park Shinhye seperti dulu. Chanyeol pernah mengatakan padaku bahwa kakaknya adalah wanita yang kuat, tidak takut pada apapun, ceria, lucu, dan meski sedikit childish tapi kau adalah gadis yang manis dan penyayang!” jawaban Yonghwa perlahan membuat senyum tipis terlukis dibibir Shinhye, dia hanya tak percaya bahwa adiknya mengatakan hal itu mengenai dirinya didepan Yonghwa

“Gomawo.. jeongmal gomawosso, Jung Yong Hwa-ssi! Aku tidak tahu bagaimana membalas semua yang telah kau berikan pada kami, tanpamu aku tidak akan tahu bagaimana nasib Chanyeol sekarang!” Shinhye kembali menghambur ke dalam pelukan Yonghwa, dia bersyukur ada Yonghwa di sisi mereka. Dia berhutang banyak pada Yonghwa, kasih sayang seorang kakak yang tak pernah didapatkan Chanyeol darinya masih dapat Chanyeol rasakan dengan keberadaan Yonghwa.

Berbeda dengan Shinhye, Yonghwa kembali mematung melihat sikap frontal Shinhye yang sedang memeluknya sekarang. Perlakuan Shinhye benar-benar mempengaruhi dirinya, dia sangat ingin membalas pelukan gadis itu akan tetapi suasana hati, debar jantung Yonghwa seakan mengunci pergerakannya. Dia tidak tahu bagaimana harus bersikap saat ini, apa Shinhye mendengar detak jantungnya yang sedang bergemuruh hebat saat ini? Tidakkah gadis itu merasa bahwa dirinya juga adalah seorang namja normal? Namja dewasa yang bisa saja  bereaksi saat ada seorang yeoja yang berskinship dengannya? Yonghwa menahan nafas mencoba mengurangi debaran jantungnya saat ini.

“Aku bahkan tidak tahu bagaimana caranya untuk membalas apa yang telah kau berikan pada kami, Jung Yong Hwa-ssi!” Yonghwa akhirnya tersenyum mendengar ucapan Shinhye, tangannya berangsur naik dan membalas pelukan Shinhye.

“Hanya dengan kau hidup dengan baik bersama Chanyeol, kau menjadi kakak yang baik untuk Chanyeol, itu semua sudah cukup. Berbahagialah dengannya, lanjutkan hidup kalian sebagaimana semestinya!” Shinhye melepas pelukannya, dia menatap Yonghwa lembut dan tersenyum manis

“Aku akan melakukannya untukmu, pasti. Bahkan tidak hanya untukmu, tapi juga untuk Chanyeol dan kedua orangtuaku. Aku akan menggantikan peran mereka dan menjadi kakak sekaligus orangtua untuk Chanyeol, aku janji bahwa Chanyeol tidak akan kekurangan kasih sayang karena aku akan melakukan apapun untuk membuatnya tersenyum!” Yonghwa tersenyum hangat dan mengangguk pelan, senang rasanya mendengar Shinhye mengatakan hal itu. dia lega melihat Shinhye mempunyai semangat hidup lagi.

Noona

“Chanyeol-ah, kau sudah bangun?” sapa Shinhye saat melihat Chanyeol baru turun dari tangga

“Noona..” Chanyeol sedikit terkejut melihat keberadaan kakaknya di ruang makan, sungguh tidak seperti biasanya karena semenjak kecelakaan, pembantu dirumah merekalah yang akan menyiapkan makanan dan membawanya ke kamar Shinhye.

Chanyeol mempercepat langkahnya menuju ke arah kakaknya, dia tersenyum saat melihat beberapa makanan tersaji rapi diatas meja apalagi saat melihat kakaknya menyiapkan piring untuknya

“Duduklah..” ujar Shinhye tersenyum manis menatap adiknya yang masih berdiri

“Noona… noona melakukan semua ini?”

“Tentu saja tidak, noona hanya membantu merapikan dan menyiapkan di meja tapi yang memasak semua ini Yoon ahjumma. Bagaimana mungkin dengan kondisi kaki noona, noona bisa memasak untukmu!” Shinhye menghela nafas kecewa

“Akh, noona gwaenchana. Aku senang melihat noona seperti ini, jangan dipikirkan lagi. Cah, kita makan!” Chanyeol tersenyum manis dan mengacak rambut kakaknya pelan dan mulai mengambil kursi didepannya. Hanya melihat Shinhye bersikap seperti ini, itu sudah cukup bagi Chanyeol. Dia tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, tapi dia senang melihat Shinhye mulai berubah

“Maaf sudah tidak memperhatikanmu Chanyeol-ah, noona sangat egois!”

“Noona…”

“Gwaenchana, mulai sekarang noona akan memastikan bahwa kau akan makan dan hidup dengan baik!” senyuman Chanyeol semakin lebar mendengar ucapan Shinhye, melihat kakaknya semangat seperti itu membuatnya bahagia. Setidaknya kakaknya tidak mengurung diri dan melamun di kamar lagi, itu sangat melegakan

“Selamat pagi tuan muda dan nona Park!” Chanyeol dan Shinhye segera mengalihkan pandangannya saat mendengar suara seseorang menyapa mereka

“Hyung…” Chanyeol membulatkan matanya terkejut melihat siapa yang datang

“Wae? Kenapa ekspresimu sangat berlebihan begitu, Chanyeol-ah? Apa kau tidak senang melihatku datang?” goda Yonghwa yang kini sudah mengambil tempat disampingnya

“Bukannya begitu, tumben hyung datang ke rumah pagi-pagi sekali?”

“Aku datang karena ingin memastikan Shinhye berhasil membuatmu kembali kuliah..”

“Mwo?” Chanyeol terkejut dan bingung secara bersamaan saat mendengar ucapan Yonghwa, tatapannya beralih pada Shinhye yang tersenyum lembut padanya. Chanyeol semakin bingung tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini

“Noona ingin kau kembali kuliah, Chanyeol-ah…” Chanyeol terkejut dan terdiam mendengar perkataan kakaknya

“Noona sudah tahu bahwa kau cuti kuliah dan juga berhenti bermain musik!” Chanyeol menatap Yonghwa, namja itu tersenyum tipis padanya. Sekarang dia mengerti, Yonghwa adalah tersangka yang memberi tahu kakaknya, dan namja itu juga yang membuat Shinhye bersikap aneh pagi ini. Aneh dalam artian positif pastinya

“Mian, Chanyeol-ah.. aku tidak mungkin terus menyembunyikan hal ini dari kakakmu. Dia berhak tahu tentang kehidupanmu..”

“Kenapa hyung melakukan hal itu? aku..”

“Maafkan noona Chanyeol-ah, semua ini salah noona. Jika bukan karena aku, hidupmu tidak akan seperti ini..” Chanyeol tertegun mendengar penyesalan kakaknya, yeoja itu bahkan sudah berkaca-kaca

“Kalau bukan karena noona, kau tidak akan berhenti kuliah, berhenti bermain musik, dan bekerja keras di kafe. Ini semua salah noona…”

“Noona…”

“Karena itu untuk membayar semua kesalahanku, kau harus kembali kuliah, Chanyeol-ah…” Yonghwa tersenyum tipis menatap kedua kakak beradik tersebut, dia mengangguk pelan saat Chanyeol menatapnya bingung.

“Tapi noona…”

“Kalau kau melakukannya, noona juga akan melakukan sesuatu. Noona akan kembali berobat dan melakukan terapi, noona akan berusaha agar bisa berjalan lagi seperti dulu, bekerja lagi, dan memulai kehidupan baru kita dengan syarat kau harus kembali kuliah dan jangan berhenti bermimpi, noona ingin kau kembali bermain musik karena noona tahu kau sangat mencintai musik!” penjelasan Shinhye membuat Chanyeol terkejut, bagaimana tidak? Hanya dalam hitungan jam Shinhye langsung berubah pikiran dan namja itu kembali menatap Yonghwa yang semakin tersenyum lebar balas menatapnya…

 

TBC

 

Okay, gak mau lama2 berucap author terima kasih banget udah dengan sabar menunggu tulisan baru saya (bagi yang lagi nunggu aja ya?? Hehehehe) sekedar informasi, sebenarnya ff ini rencananya sih bakalan 2shoots aja tapi berhubung takut endingnya terkesan terburu-buru jadi author jadiin 3shoots, dan endingnya nanti saya akan lebih banyakin moment Yongshin-nya, author juga kasihan kalo Yonghwa sebagai main cast terkesan kaya pemeran pembantu dalam cerita ini (bantuin Chanyeol n Shinhye maksudnya) tapi pasti pada ngerti kan? genre-nya juga kan Family, hehehehehehe

Satu lagi, saya juga masih belum bisa ngeblog n ini aja postingnya minta bantuin author Oyewyn jadi kalau misalnya ada author freelance yang udah kirim ff.nya tapi lama nunggu postingnya, saya minta maaf soalnya saya gak setiap hari cek email.nya dan itupun kirim ke author Oyewyn belum tentu authornya bisa langsung posting.. maklumin ya? Authornya juga punya kesibukan pribadi

Sekali lagi buat Agnes, terima kasih ya udah bantu postingin ff saya? Big love for ya Nes… ❤ ❤

Happy Ending (Part 2)

IMG-20170314-WA0004

Happy Ending ( Part 2 )

Author : AnisaJung

Main Cast : Jung Yong Hwa, Park Shin Hye

Other Cast : Kang Min Hyuk, Lee Jong Hyun, Kim So Eun, Seo Joohyun, ect…

Genre : Family, Romance, Sad

Length : Chapter

Disklaimer : Cerita ini hanya fiktif belakang, jalan cerita murni hasil imajinasi author sendiri. Jika ada kesamaan tokoh atau alur cerita atas faktor ketidaksengajaan. Sementara nama cast yang ada author hanya meminjam untuk keperluan cerita.

.

Continue reading “Happy Ending (Part 2)”

[SEG Event] ​Psychopath Couple

Annyeonghasseo, ini merupakan FFEvemt yg diikuti Oyewyn. Tolong dg sangat utk dibaca, dikomen, dan dilike yaaaa. Komen dan likemu sangat berharga

INDO FANFICTIONS

Poster Designer Sifixo @ IFA || Genre Journalistic, Psychology, Entertaiment, and Crime || Starred CNBLUE’s Jung Yong Hwa and Actress’ Park Shin Hye || Disclaimer This is original from our mind. No plagiarsm! No Silent readers!

Lihat pos aslinya 5.363 kata lagi